Home / BERITA LAW FIRM / Fitnah GPI & Maftuh Basyuni, Ketum GPII Dituntut Minta Maaf

Fitnah GPI & Maftuh Basyuni, Ketum GPII Dituntut Minta Maaf

Kuasa Hukum Pimpinan Pusat GPI, Khoirul Amin SH

Jakarta, Sayangi.com – Meski sesama organisasi Islam di kalangan kaum muda, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan Gerakan Pemuda Islam (GPI) sedang tidak harmonis. Hal ini dipicu oleh pernyataan Ketua Umum GPII, Karman beberapa waktu lalu, yang dianggap fitnah dan menyudutkan GPI.

Bahkan, Karman dianggap tidak hanya memfitnah sekaligus mencemarkan nama baik GPI. Lebih jauh, Pimpinan GPII tersebut juga dinilai melancarkan fitnah  melakukan terhadap Mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni.

“Apa yang dikatakan Karman, jelas fitnah luar biasa yang disengaja untuk menyudutkan klien kami,” kata Kuasa Hukum Pimpinan Pusat GPI, Khoirul Amin,SH. dalam rilisnya kepada Sayangi.com, Senin (10/2).

Menurut Khoirul, setidaknya ada tiga kebohongan publik yang disampaikan oleh PP-GPII. Pertama, Karman menyebut  Gedung di Jl. Menteng Raya No. 58 adalah Kantor dan Markas PP-GPII. Padahal sudah jelas berdasarkan Surat Keterangan Domisili No. 201/1.824.5/2012 yang dikeluarkan oleh Lurah Kebon Sirih dan diketahui oleh Camat Menteng tertanggal 11 Mei 2012, yang berdomisili di kantor tersebut adalah GPI.

Kedua, Karman menyebut adanya 50 orang bertato dan membawa rantai dengan gaya preman telah menyekap anggota PP-GPII di dalam gedung yang ada di Jl. Menteng Raya No. 58 RT. 001/RW.009 Kel. Kebon Sirih, Kec. Menteng, Jakarta Pusat. Padahal, kata Khairul, yang melakukan penggembokan justru adalah anggota PP-GPII sendiri yang bernama Khairudin Rumalutur. Hal ini terungkap setelah Kapolsek Menteng mendatangi lokasi dan memerintahkan agar pintu yang digembok segera dibuka, ternyata orang yang menyimpan dan memegang kunci serta membukanya tak lain adalah Khairudin Rumalutur yang juga merupakan Sekretaris Jenderal PP-GPII sendiri.

“Ini menimbulkan spekulasi bahwa Khairudin tidak mungkin melakukan aksinya atas inisiatif dia sendiri, dan bisa dipastikan disertai tujuan serta maksud-maksud tertentu,” jelas Khoirul.

Kebohongan Ketiga, Karman telah merusak dan mencederai nama baik organisasi GPI. Sebab waktu itu, Ketua Umum PP-GPI, Mozart Malik Ibrahim bersama beberapa pengurus datang ke kantor yang ada di Jl. Menteng Raya No. 58 seperti biasa. Namun, pengurus GPI ini malah disebut sebagai kawanan preman yang bertato dan menggunakan rantai serta menyekap pengurus PP-GPII. Padahal pelakunya justru Khairudin Rumalutur yang merupakan Sekretaris Jenderal PP-GPII sendiri

“GPII juga mencemarkan nama baik Pak Maftuh Basyuni, dengan memintanya untuk menghentikan penyerobotan tanah menteng Raya No. 58, dan mengkaitkannya terhadap permasalahan organisasi antara GPI dan GPII. Padahal, fakta yang sebenarnya adalah tidak ada hubungan dan keterkaitan serta korelasi apapun antara Maftuh Basyuni dengan permasalahan organisasi antara GPI dan GPII serta permasalahan tanah Menteng Raya No. 58,” tegas Khairul.

Oleh karenanya, jelas Khoirul, Pimpinan Pusat PP-GPI menuntut Ketua Umum PP-GPII agar segera mengosongkan dan meninggalkan Kantor atau Sekretariat PP-GPI dan menanggalkan segala atribut GPII yang terpasang di Jl. Menteng Raya No. 58.

“Dia juga harus minta maaf secara terbuka dan tertulis kepada pihak-pihak yang telah difitnah dan dicemarkan nama baiknya dalam waktu 2 x 24 jam,” tegasnya.

“Apabila dalam batas waktu yang telah kita tentukan tersebut GPII tidak ada itikad baik untuk melakukannya maka kami akan mengambil langkah-langkah hukum berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku.”

Baca Juga

MUI Memaafkan, FSI Melaporkan

Forum Syuhada Indonesia (FSI) bersama beberapa ormas lainnya menambah daftar panjang laporan ke Bareskrim terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *