Home / BERITA LAW FIRM / “…Gerakan Pemuda Islam Ajukan Somasi Atas Penyebaran Berita Bohong Yang Dilakukan GPII…”

“…Gerakan Pemuda Islam Ajukan Somasi Atas Penyebaran Berita Bohong Yang Dilakukan GPII…”

Logo Gerakan Pemuda Islam

NRMnews.comJAKARTA, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP-GPI) melalui kuasa hukumnya, Khoirul Amin, SH.membantah kebohongan publik dan fitnah yang dilakukan oleh Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP-GPII) yang meruncing kepada kasus penyerobotan tanah beberapa waktu lalu yang disebarkan melalui media massa.

Bantahan ini disampaikan oleh Khoirul Amin di saat ditemui wartawan di Menteng, Jakarta Pusat,Minggu (9/2). “Informasi yang disampaikan oleh Karman,Ketua Umum PP-GPII, di media beberapa hari yang lalu adalah sebuah kebohongan besar,” tandas Amin.

Pada Sabtu (8/2), Ketua Umum PP-GPII telah menyebarkan berita bahwa 50 preman bertato dan menggunakan rantai menggembok markas GPII di Menteng Raya No. 58 dan GPII meminta kepada Bpk. Maftuh Basyuni untuk menghentikan penyerobotan tanah mereka.

“Padahal pelakunya adalah anggota GPII sendiri yaitu Khairudin Rumalutur. Terbukti saat Kapolsek Menteng memerintahkan agar (pintu) dibuka, Khairudin menyerahkan kunci dan membukanya.” lanjut Amin. 

Sementara statement mengenai lokasi markas GPII tersebut terbantahkan oleh Surat Keterangan Domisili No. 201/1.824.5/2012 yang dikeluarkan oleh Lurah Kebon Sirih dan diketahui oleh Camat Menteng tertanggal 11 Mei 2012, menerangkan bahwa yang berdomisili di Jl. Menteng Raya No. 58 adalah Organisasi Gerakan Pemuda Islam (GPI).

Keterangan yang sama mengenai alamat sekretariat GPI juga dijelaskan di Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri No. 39/D.III.2/IV/2008; bahwa GPI berkantor di Jl. Menteng Raya No. 58, Jakarta Pusat.

Sementara dalam daftar tersebut, Organisasi Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) berkantor dan beralamat di Jl. Batu No. 2 Pasar Minggu, Jakarta selatan. Untuk itu, selain menggunakan hak jawabnya melalui media, pihak GPI telah mengirimkan surat pemberitahuan dan peringatan (Somasi) kepada PP-GPII.

“Kami selaku kuasa hukum GPI meminta kepada GPII harus segara mencabut statemennya tersebut secara resmi dan meminta maaf secara terbuka dan tertulis kepada GPI dan Beliau (Maftuh Basuni). Apabila permintaan kami ini tidak segera dilakukan dalam waktu 2 x 24 jam,maka kami selaku kuasa hukum akan mengambil langkah-langkah hukum berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku,” pungkas Amin.

Baca Juga

MUI Memaafkan, FSI Melaporkan

Forum Syuhada Indonesia (FSI) bersama beberapa ormas lainnya menambah daftar panjang laporan ke Bareskrim terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *