Home / BERITA LAW FIRM / Keluarga Korban Pencabulan Guru SD Di Cilandak Mengadu Ke KPAI

Keluarga Korban Pencabulan Guru SD Di Cilandak Mengadu Ke KPAI

ilustrasi-korban-pencabulan

Hari Selasa ,2016 berita diinfokan mengenai “Keluarga Korban Pencabulan Guru SD Di Cilandak Mengadu Ke KPAI” :

Ilustrasi pencabulan.news.xcoid.com, Jkrta Keluarga korban dugaan pencabulan di SDN 07 Cilandak Barat, Jkrta Selatan bersama dngn kuasa hukumnya mendatangi Komisi Perlindungan Anak Iindonesia (KPAI). Mereka meminta pengawalan terhadap kasus tersebut, yang saat ini usai dalam proses pidana di Polres Jkrta Selatan.

Kuasa hukum pelapor yakni Heriyanto Citra Buana mengatakan, hari ini pelaku sudah ditahan di Polres Jkrta Selatan. Utk itu, ia membutuhkan KPAI dalam hal mengawasi dan mengikuti perkembangan kasus tersebut. “Kami ke sini berdasarkan fungsi KPAI untuk mengawal kasus ini. Untuk juga dpat memfasilitasi pemulihan korban secara psikis.

KPAI juga mengatakan bakal terus bersama kita mengawal proses ini,” ujar Heriyanto di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jkrta Pusat, Selasa (25/10/2016). Dia mengatakan, dugaan pencabulan itu terjadi tiga kali dalam kurun waktu satu bulan yakni September 2016. Pelaku atas nama SAB (45) yang merupakan guru olahraga, melakukan aksi bejatnya di lokasi berbeda di dalam sekolah.

“Tanggal 27 September itu terakhir melakukan pencabulan.

Korban pada Kamis 29 September mengakui kepada orangtuanya. Kemudian orangtua melaporkan ke kepolisian Juumat 30 September. Tanggal 3 Oktober pelaku ditangkap,” jelas dia.

“Guru sport itu mengajar di semua kelas. Modusnya jam olahraga di kantin, kolam renang, toilet,” lanjut Heriyanto.

Sementara, korban berinisial KLF (9) yang duduk di kelas 4 SD, kini mengalami trauma atas kejadian tersebut.

“Ancaman ada. Korban kini traumatik jikalau berhadapan dengan laki-laki dewasa. Ada saksi satu di kantin jam sport dan usai dimintai keterangan.

Dari korban pula tidak _ada perlawanan sebab takut,” terang dia. Nenek korban yang menjadi perwakilan keluarga ke KPAI pula meminta supaya hukuman berat dijatuhkan kepada pelaku. Dia tidak terima dengan tindakan pelaku yang jelas ngak bermoral itu.
“Kita minta dikebiri,” ujar sang nenek.

Baca Juga

MUI Memaafkan, FSI Melaporkan

Forum Syuhada Indonesia (FSI) bersama beberapa ormas lainnya menambah daftar panjang laporan ke Bareskrim terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *