Home / BERITA LAW FIRM / Kisruh PP GPI Dan PP GPII Kian Memanas

Kisruh PP GPI Dan PP GPII Kian Memanas

Kisruh PP GPI Dan PP GPII Kian Memanas

JurnalJakarta.com – PERSETERUAN antara Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP-GPI) dengan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP-GPII) kian meruncing ke status tanah yang terletak di Jalan Raya menteng 58, Jakarta Pusat

Kuasa hukum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP-GPI), Khoirul Amin, SH. membantah kebohongan publik dan fitnah yang menyudutkan kliennya beberapa waktu lalu. Bantahan ini disampaikan oleh Amin di saat ditemui wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/2).

“Informasi yang disampaikan oleh Karman, Ketua Umum PP-GPII (Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia), di media beberapa hari yang lalu adalah sebuah fitnah kejam dan kebohongan besar.” Kata Amin.

Bantahan ini dialamatkan kepada Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) yang menyebarkan berita bohong dan fitnah melalui media beberapa hari lalu kepada Klien kami dan pihak lain yg tidak memiliki hubungan dan keterkaitan apapun yaitu Bapak Maftuh Basyuni.

Amin melanjutkan bahwa, selain menduduki kantornya, PP-GPII bahkan hendak menguasai kantor kliennya yang terletak di Jl. Menteng Raya No. 58, Kel. Kebon sirih, Menteng, Jakarta Pusat dengan menggembok kantor tersebut agar tidak dapat diakses oleh kliennya. Sebelumnya, pada Sabtu (8/2) melalui Ketua Umumnya PP-GPII telah menyebarkan berita bahwa 50 preman bertato dan menggunakan rantai menggembok kantornya.

“Justeru, mereka (GPII) yang menggembok pintu (Kantor GPI). Kemudian memfitnah orang lain yang melakukannya. Padahal pelakunya adalah anggota GPII sendiri yaitu Khairudin Rumalutur. Terbukti saat Kapolsek Menteng memerintahkan agar (pintu) dibuka, Khairudin menyerahkan kunci dan membukanya.” kata Amin melanjutkan.

Untuk itu, pihaknya telah mengirimkan surat pemberitahuan dan peringatan (Somasi) kepada PP-GPII agar segera mengosongkan dan menanggalkan seluruh atribut yang dipasang di Gedung Sekretariat GPI, yaitu di Jl. Menteng Raya No. 58.

Selain itu, GPII juga menyebut dan memfitnah serta mencemarkan nama baik Bpk. Maftuh Basyuni dengan mengkaitkan beliau terhadap permasalahan organisasi antara GPI dan GPII serta permasalahan tanah Menteng Raya No. 58. Sebab faktanya tidak ada hubungan dan keterkaitan apapun antara Bpk. Maftuh Basyuni dengan permasalahan organisasi antara GPI dan GPII serta permasalahan tanah Menteng Raya No. 58.

“selaku kuasa hukum GPI meminta kepada GPII harus segara mencabut statemennya tersebut secara resmi dan meminta maaf secara terbuka dan tertulis kepada GPI dan Beliau (Maftuh Basuni).” apabila permintaan kami ini tidak segera dilakukan dalam waktu 2 x 24 jam, maka kami selaku kuasa hukum akan mengambil langkah-langkah hukum berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku.Tutup Amin.

Baca Juga

MUI Memaafkan, FSI Melaporkan

Forum Syuhada Indonesia (FSI) bersama beberapa ormas lainnya menambah daftar panjang laporan ke Bareskrim terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *