Home / BERITA LAW FIRM / Pasca Sidang Perdana, Pengacara Hidayat Siapkan Saksi Ahli

Pasca Sidang Perdana, Pengacara Hidayat Siapkan Saksi Ahli

Bekasi, Swamedium.com – Pengacara Muhammad Hidayat, si pelapor Kaesang putra Presiden Jokowi, Irfan Iskandar mengatakan, pihaknya akan menyiapkan sejumlah saksi ahli untuk menilai apakah unggahan kliennya di Facebook dapat dikategorikan ujaran kebencian atau tidak.

“Kami akan menghadirkan saksi ahli nantinya, karena dalam pasal UU ITE ini, terlebih dalam pasal 28 ayat 2 ini disebut kalimat yang digunakan harus mengandung kebencian antar golongan dan SARA,” ujar Irfan di Bekasi, Rabu (20/9) lalu.

Sebelumnya, Hidayat dipidanakan terkait kasus unggahan video terkait mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan saat Aksi 411.

Saat mengunggah video itu ke media sosial, Hidayat menyertakan kalimat tanya ‘bukankah anda provokatornya Jendral?’

“Lantas kalimat apa saja yang bisa masuk dalam pasal ini, kalimat hasutannya seperti apa bentuknya, yang jelas dalam setiap perkara pasal 28 ayat 2, harus dihadirkan pakar bahasa, komunikasi, bahasa forensik yang mengukur apakah kalimat yang dipermasalahkan termasuk dalam pasal itu atau tidak,” terangnya.

Menurut Irfan, kalimat yang dimaksud dalam pasal itu haruslah secara tegas dan jelas mengandung unsur menghasut dan menebar kebencian termasuk tanda baca dalam kalimat.

“Kalimat yang dimaksud dalam pasal itu harus tegas, tidak ada tanda tanya, tidak ada tanda kutip, kalimatnya harus tegas menghasut orang untuk berbuat sesuatu, jika kalimatnya samar-samar tidak tegas dan bias, maka tidak bisa, dikenakan pasal ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, Muhammad Hidayat dikenakan dakwaan primer pasal 32 ayat 1 juncto pasal 48 ayat 1 lantaran mengunduh dan dengan sengaja tanpa hak atau melawan hukum mengubah, mengurangi, merusak, suatu informasi elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.

Sementara dakwaan kedua, ia dikenakan pasal 28 ayat 2 karena dinilai melakukan provokasi yang dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan kelompok masyarakat tertentu. Dalam hal ini yang dimaksud Jaksa Penuntut Umum adalah antara massa FPI dengan HMI atau antara massa HMI dengan Kapolda. (*/ls)

Baca Juga

MUI Memaafkan, FSI Melaporkan

Forum Syuhada Indonesia (FSI) bersama beberapa ormas lainnya menambah daftar panjang laporan ke Bareskrim terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *