Home / BERITA LAW FIRM / Untuk Keempat Kalinya, Massa Geruduk Gedung Tedja Buana

Untuk Keempat Kalinya, Massa Geruduk Gedung Tedja Buana

Demo di gedung Tedja Buana

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Sejumlah massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Anti Penipuan (Garap) kembali menggeruduk gedung Tedja Buana.

‎Dalam aksi yang keempat kali ini, aparat kepolisian sempat mengupayakan mediasi antara perwakilan pengunjuk rasa dengan pihak perusahaan, guna penyelesaian masalah hukum dengan perusahaan Sawangan Residence Ideal.

Demonstran sempat bersitegang dengan aparat kepolisian yang sedang melakukan pengamanan aksi. Sebab mereka dituduh melakukan aksi dengan tanpa izin.

Ini diungkapkan anggota polisi dari Polsek Menteng‎, AKP Saihan. Menurutnya, aksi tersebut ilegal karena tidak mengantongi izin unjuk rasa dari Polda Metro Jaya. Oleh karenanya, Saihan juga sempat mengancam akan menangkap para pengunjuk rasa ‎yang tak menghiraukan peringatan polisi agar massa membubarkan diri.

“Ini salah alamat. Enggak ada printah (pengamanan) dari Polres Metro Jakarta,” kata Saihan kepada Teropong Senayan di depan kampus Mercu Buana, Jakarta, Senin (28/12/2015).

Namun, tuduhan polisi tersebut tak terbukti. Sehingga ketegangan pun seketika mereda ketika Korlap aksi Frans menunjukkan bukti atau salinan foto copy izin unjuk rasa yang di Fax ke Polda Metro Jaya.

“Ini aksi damai, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi. Kami jamin, tidak akan ada keributan. Ini hanya meminta pertanggung jawaban,” kata Reza.

Untuk diketahui, para demonstran menyampaikan aspirasi karena terjadi permasalahan perjanjian kerja antara Ir. Purwono Sasmito Adi selaku Project Manager dan Arif Budiman Daulay selaku Manager Keuangan Sawangan Residence Ideal dengan pekerja. Oleh karenanya, Nur Rani sebagai salah satu Direktur di PT. Buana Estate diminta memfasilitasi Mediasi.

“Dalam perjanjian kerja membangun rumah sebanyak 12 unit di Sawangan Residence Ideal, & NBSP; secara lisan Arif Budiman Daulay selaku Manager Keuangan menyatakan bahwa pembayaran untuk pembangunan rumah 12 unit tersebut telah habis, namun berdasarkan catatan pekerja masih kekurangan sebesar Rp. 815.649.216, dari total nilai yang tertulis dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK),” ujar Koordinator Lapangan Aksi Gerakan Rakyat Anti Penipuan (GARAP) Frans dalam keterangannya di Jakarta, Senin(14/12/2015).‎

Hal tersebut, menurutnya telah berkali-kali diklarifikasi tanpa hasil sehingga mereka berupaya agar PT. Buana Estate selaku induk perusahaan menyelesaikan permasalahan ini.

Aksi ini diikuti sekitar 40 orang. Mereka berorasi dan membakar ban dengan tujuan bertemu dengan pimpinan dan menyelesaikan masalah ini.

Untuk mendapat perhatian, mereka memasang spanduk yang cukup keras untuk menutup Gedung Teja Buana dan bubarkan PT. Buana Estate dan Sawangan Residence Ideal. Tetapi aksi demo tersebut kemudian bubar karena kantor memang sedang tutup hingga akhir tahun, dan aksi pun akhirnya bubar setelah aparat kepolisian menyampaikan permintaan para pendemo kepada pengelola gedung untuk diakomodasi di hari lain.

Diketahui, PT.Buana Estate yang berkantor pusat di Gedung Teja Buana Lt. 3 Jl. Menteng Raya No. 29 Jakarta 10340, adalah sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1972 oleh seorang pengusaha besar dan sukses pada zaman orde baru yaitu Bapak H. Probosutedjo (Adik tiri mantan Presiden Soeharto).

Pada saat ini, PT. Buana Estate dipimpin Rita Ria Kurnianta (Putri Probosutedjo). PT. Buana Estate juga membawahi Perusahaan Sawangan Residence Ideal, perusahaan yang bergerak dalam bidangperumahan (property) yang beralamat di Jl. Raya Sawangan – Ciputat, km 1 Sawangan Depok.‎

Sumber : teropongsenayan.com

Baca Juga

MUI Memaafkan, FSI Melaporkan

Forum Syuhada Indonesia (FSI) bersama beberapa ormas lainnya menambah daftar panjang laporan ke Bareskrim terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *