Home / BERITA LAW FIRM / Dilaporkan Grup Lippo, Wanita Aktivis Ini Bebas dari Penjara

Dilaporkan Grup Lippo, Wanita Aktivis Ini Bebas dari Penjara

JAKARTA – Setelah beberapa bulan merasakan pengapnya rumah tahanan, Nelly Rosa Siringo-Ringo kini bisa bernapas lega. Pasalnya majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menerima eksepsinya sehingga aktivis kemanusiaan ini dibebaskan dari jeratan UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE), seperti yang dilaporkan pemilik Grup Lippo.

“Saya bersyukur masih ada keadilan di negeri ini sehingga upaya kriminalisasi terhadap diri saya berhasil digagalkan oleh pengadilan,” ujar Nelly di Jakarta, Jumat (2/2).

Sejak eksepsinya yang disampaikan pengacara Sulistyowati diterima majelis hakim, maka Nelly pada Rabu (31/1) dibebaskan dari penjara yang telah dihuninya sejak September 2017.

Esok harinya, Nelly bersama sejumlah pengacara yang tergabung dalam Tim Advokat Pribumi Indonesia dan pendukungnya menggelar syukuran sekaligus memberikan keterangan pers di Rumah Kedaulatan Rakyat di Jalan Guntur,Setiabudi, Jakarta Selatan.

Kuasa hukum Nelly, Sulistyowati dari Advokat Pribumi Indonesia mengatakan, eksepsi kliennya diterima majelis hakim dalam sidang yang digelar di PN Jakarta Selatan, Rabu kemarin.

Menurutnya Ketua Majelis Hakim, Nelson Sianturi dalam putusan selanya mengatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak dapat diterima dan karena itu Nelly harus segera dibebaskan dari tahanan.

“Beliau mengatakan, postingan Nelly tentang sepak terjang bisnis Grup Lippo di akun Facebook-nya bukan merupakan pelanggaran terhadap UU ITE. Sebab postingan itu bukan merupakan tulisan pribadi Nelly,” kata Sulistyowati.

Nelly Rosa adalah seorang aktivis yang memiliki keberanian untuk berbicara dan menyuarakan kebenaran demi rakyat, bangsa dan negara Indonesia. “Tapi karena keberaniannya dia harus dikriminalisasi dalam jeruji besi,” kata Sulistyowati.

Menurutnya, kasus ini berawal saat akun Facebook Nelly memposting tulisan orang lain yang berjudul “Lippo Way”.

Tak lama kemudian, Danang Kemayan Jati, pejabat dari Lippo grup mengadukan postingan yang diunggah istri Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) itu ke Mabes Polri dengan tuduhan pelanggaran UU ITE dan KUHP. Kemudian Nelly langsung diamankan pada 18 September 2017 dan dijebloskan ke penjara. (joko/b)

Baca Juga

MUI Memaafkan, FSI Melaporkan

Forum Syuhada Indonesia (FSI) bersama beberapa ormas lainnya menambah daftar panjang laporan ke Bareskrim terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *