Home / BERITA LAW FIRM / “…GARAP Minta MEDIASI Dengan PT Buana Estate…”

“…GARAP Minta MEDIASI Dengan PT Buana Estate…”

PT.Buana EstateNRMnews.com – JAKARTA, Sejumlah massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Anti Penipuan (Garap) melakukan aksi di depan gedung Teja Buana, mengupayakan Mediasi dan penyelesaian masalah hukum dengan perusahaan Sawangan Residence Ideal.

Mereka sempat bersitegang dengan aparat kepolisian yang sedang melakukan pengamanan aksi. Anggota polisi dari Polsek Menteng‎, AKP Saihan menilai, aksi tersebut ilegal karena tidak mengantongi izin unjuk rasa dari Polda Metro Jaya.

Bahkan, Saihan juga sempat mengancam akan menangkap para pengunjuk rasa ‎yang tak menghiraukan peringatan polisi agar massa membubarkan diri. “…Ini salah alamat. Gak ada perintah (pengamanan) dari Polres Metro Jakarta…” kata Saihan di depan kampus Mercu Buana, Jakarta, Senin (28/12/2015).

Namun, ketegangan seketika mereda ketika Korlap aksi Frans menunjukkan bukti atau salinan foto copy izin unjuk rasa yang di Fax ke Polda Metro Jaya. “…Ini aksi damai, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi. Kami jamin, tidak akan ada keributan. Ini hanya meminta pertanggung jawaban…” kata Reza.

Mereka menyampaikan aspirasi karena terjadi permasalahan perjanjian kerja antara dengan Ir. Purwono Sasmito Adi selaku Project Manager dan Arif Budiman Daulay selaku Manager Keuangan Sawangan Residence Ideal dengan pekerja, maka Nur Rani sebagai salah satu Direktur di PT. Buana Estate diminta memfasilitasi Mediasi.

“…Dalam perjanjian kerja membangun rumah sebanyak 12 unit di Sawangan Residence Ideal, secara lisan Arif Budiman Daulay selaku Manager Keuangan menyatakan bahwa pembayaran untuk pembangunan rumah 12 unit tersebut telah habis namun berdasarkan catatan pekerja masih kekurangan sebesar Rp. 815.649.216,- dari total nilai yang tertulis dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK)…”, terang Koordinator Lapangan Aksi Gerakan Rakyat Anti Penipuan (GARAP) Frans dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/12) .

Hal tersebut, menurutnya, telah berkali-kali diklarifikasi tanpa hasil sehingga mereka berupaya agar PT. Buana Estate selaku induk perusahaan menyelesaikan permasalahan ini. Sekitar 40 orang terlibat dalam aksi di depan gedung Tedjabuana, mereka berorasi dan membakar ban dengan tujuan bertemu dengan pimpinan dan menyelesaikan masalah ini.

Untuk mendapat perhatian. Mereka memasang spanduk yang cukup keras untuk menutup Gedung Teja Buana dan bubarkan PT. Buana Estate dan Sawangan Residence Ideal.

Tetapi aksi demo tersebut kemudian bubar karena kantor memang sedang tutup hingga akhir tahun, dan aksi pun akhirnya bubar setelah aparat kepolisian menyampaikan permintaan para pendemo kepada pengelola gedung untuk diakomodasi di hari lain.

PT.Buana Estate yang berkantor pusat di Gedung Teja Buana Lt. 3 Jl. Menteng Raya No. 29 Jakarta 10340. adalah sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1972 oleh seorang pengusaha besar dan sukses pada zaman orde baru yaitu Bapak H. Probosutedjo (Adik tiri mantan Presiden Soeharto).

Pada saat ini, PT. Buana Estate dipimpin Rita Ria Kurnianta (Putri Probosutedjo). PT. Buana Estate juga membawahi Perusahaan Sawangan Residence Ideal, perusahaan yang bergerak dalam bidang perumahan (property) yang beralamat di Jl. Raya Sawangan – Ciputat, km 1 Sawangan Depok.

Sumber : nrmnews.com

Baca Juga

MUI Memaafkan, FSI Melaporkan

Forum Syuhada Indonesia (FSI) bersama beberapa ormas lainnya menambah daftar panjang laporan ke Bareskrim terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *