Home / BERITA LAW FIRM / Jadi Sarang Koruptor, GERAP Tuntut PT Buana Estate Dibubarkan

Jadi Sarang Koruptor, GERAP Tuntut PT Buana Estate Dibubarkan

GARAP Tuntut Perusahaan Probosutedjo

Jakarta, Sentananews.com – PT. Buana Estate yang berkantor pusat di Gedung Teja Buana Lt. 3 Jl. Menteng Raya No. 29 Jakarta 10340 adalah sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1972 oleh seorang pengusaha besar dan sukses pada zaman orde baru, H.Probosutedjo (adik tiri mantan Presiden Soeharto).

“Dia adalah seorang koruptor yang telah dijatuhi hukuman selama 4 tahun penjara oleh Pengadilan karena kasus korupsi dana Hutan Tanaman Industri sebesar Rp 100,931 miliar,” ujar Koordinator Lapangan Aksi Gerakan Rakyat Anti Penipuan (Gerap) Frans dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/12).

Pada saat ini, katanya, PT. Buana Estate dipimpin Rita Ria Kurnianta (Putri Probosutedjo) juga terindikasi dan disinyalir terlibat dalam kasus Hambalang yang telah menyeret banyak politisi masuk dalam jeruji besi.

Direktur Utama PT. Buana Estate tersebut juga telah dipanggil dan diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus Hambalang.

Selain persoalan diatas, lanjutnya, masih banyak persoalan dan dosa-dosa lainnya yang telah dilakukan oleh PT. Buana Estate yang juga membawahi Perusahaan Sawangan Residence Ideal.
Sebuah Perusahaan yang bergerak dalam bidang perumahan (property) yang beralamat di Jl. Raya Sawangan – Ciputat, km 1 Sawangan Depok.

Nur Rani yang juga putri dari Sang Koruptor H. Probosutedjo yang menjabat sebagai salah satu Direktur di PT. Buana Estate yang membawahi Sawangan Residence Ideal diduga telah melakukan sebuah tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Karena Jabatan serta persekongkolan jahat dengan Ir. Purwono Sasmito Adi selaku Project Manager dan Arif Budiman Daulay selaku Manager Keuangan Sawangan Residence Ideal untuk melakukan pendzaliman kepada orang-orang miskin dan lemah.

“Hal tersebut, diantaranya telah dilakukan kepada kawan kami yang sudah melakukan kerja keras dan membanting tulang serta memeras keringat dan pikirannya selama berbulan-bulan, untuk membangun rumah sebanyak 12 unit di Sawangan Residence Ideal,” terang Frans.

Akan tetapi, lanjutnya, setelah rumah tersebut selesai dibangun, tiba-tiba secara lisan Arif Budiman Daulay selaku Manager Keuangan Sawangan Residence Ideal menyatakan bahwa pembayaran untuk pembangunan rumah 12 unit tersebut telah habis tanpa memberikan bukti selembar pun bahwa benar pembayaran tersebut telah habis.

“Padahal berdasarkan rincian dan catatan kawan kami yang didasarkan atas bukti-bukti yang sah secara hukum, telah terbukti bahwa pembayaran untuk pembangunan rumah 12 unit tersebut belum habis dan masih kekurangan sebesar Rp 815.649.216,- dari total nilai yang tertulis dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK) yaitu sebesar Rp 1.703.068.000,-,” tandasnya.

Hal tersebut, menurutnya, telah berkali-kali diklarifikasi dan juga dua kali disomasi oleh Kantor Hukum Khoirul Amin & Associates Law Firm.

Akan tetapi semua usaha tersebut sia-sia karena tidak adanya itikad baik dari PT. Buana Estate dan Sawangan Residence Ideal untuk menyelesaikan permasalahan sisa pembayaran Biaya Pekerjaan tersebut.

Maka, berdasarkan kronologis dan fakta-fakta hal diatas, sudah sangat jelas bahwa PT. Buana Estate dan Sawangan Residence Ideal adalah sebuah perusahaan yang tidak pantas lagi untuk diberikan izin dan harus segera ditutup serta dibubarkan.

“Karena perusahaan tersebut menjadi sarang koruptor dan penipu yang telah banyak melakukan pendzaliman kepada orang-orang miskin dan lemah serta merampok uang Negara,” tandasnya.

Sementara Anggota Polisi Menteng Kompol Heddy Mangasi, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan mediasi untuk pertemuan berikutnya, kalau untuk saat ini memang pihak managemen dari Tedja Buana tidak bisa ditemui, pasalnya sudah libur sebelum natal dan tahun baru.

Sumber : sentananews.com

Baca Juga

MUI Memaafkan, FSI Melaporkan

Forum Syuhada Indonesia (FSI) bersama beberapa ormas lainnya menambah daftar panjang laporan ke Bareskrim terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *