Home / BERITA LAW FIRM / Puluhan Pengacara Bela Terdakwa Pelapor Putra Presiden

Puluhan Pengacara Bela Terdakwa Pelapor Putra Presiden

Foto Puluhan Pengacara Bela Terdakwa Pelapor Putra Presiden

WARTA KOTA, BEKASI — Pelapor putra Presiden Joko Widodo, bernama Muhammad Hidayat S (MHS) menjalani sidang kedua di Pengadilan Negeri Bekasi, Rabu (27/9) petang.

Dalam agenda eksepsi atau nota keberatan itu, Hidayat dibela oleh 48 pengacara yang tergabung dalam Tim Advokasi Muhammad Hidaya S (TAHMI).

Di sela persidangan itu, Hidayat mengaku tidak pernah meminta atau menunjuk pengacara.

Menurut dia, para pengacara itu datang atas inisiatif mereka.

Namun dari semua pengacara, yang diperbolehkan mendampingi ketika sidang maksimal 10 orang.

“Mereka yang berinisiatif untuk membela di pengadilan ini,” kata Hidayat pada Rabu (27/9).

Hidayat menjadi terdakwa dalam kasus ujaran kebencian mantan Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan.

Hidayat menyebarkan video tersebut di akun YouTube berjudul ‘Terungkap..!! Kapolda Metro Kaya Provokasi Massa FPI agar Serang Massa HMI. Ini Buktinya..!!’.

Video tersebut diunggah melalui akun Muslim Friend, miliknya dengan durasi 1 menit 35 detik pada 5 November 2016.

Video tersebut menampilkan Iriawan yang sedang berdialog dengan massa saat pengamanan aksi 411 di depan Istana Negara, Jakarta Pusat pada 4 Nopember 2016 lalu.

Iriawan sudah mengklarifikasi bahwa video itu bukan untuk memprovokasi, namun menagih janji massa dari ormas Islam yang akan mengawal aksi dengan damai. Namun aksi tersebut justru berakhir ricuh.

Hidayat menjelaskan, awal mula puluhan pengacara membelanya.

Saat menjalani proses penyidikan di Polda Metro Jaya, mereka datang untuk membelanya.

Dia juga mengaku, telah mengenal puluhan pengacara itu sesaat sebelum, bahkan ketika proses penyidikan di Polda Metro Jaya berjalan.

“Kenalnya juga dari sahabat ke sahabat,” jelasnya.

Selain itu, tim tersebut juga tergabung dalam aliansi advokat muslim NKRI, yang konsen membela aktivis tersangkut tindak pidana.

Tim itu pula yang mendampingi Ustaz Alvian Tanjung yang menjadi tersangka karena ceramahnya.

Dalam persidangan itu, Hidayat mengajukan nota keberatannya yang berisi lima poin.

Di antaranya adalah, eksepsi tentang penggunaan pasal yang sudah tidak berlaku lagi, uraian perbuatan materil yang tidak mengandung perbuatan pidana, uraian perbuatan materil yang berbeda dengan pasal-pasal yang didakwakan, uraian perbuatan materil yang tidak lengkap sebagaimana mestinya sesuai dengan pasal yang didakwakan dan uraian perbuatan materil yang menyimpang dari uraian runutan uraian perbuatan materil sebelumnya. (faf)  (uri/edian/ermawaty/RH)

Baca Juga

MUI Memaafkan, FSI Melaporkan

Forum Syuhada Indonesia (FSI) bersama beberapa ormas lainnya menambah daftar panjang laporan ke Bareskrim terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *